Simple Moving Average ADX forex strategy

The 100 period simple moving average - ADX forex strategy is used to buy dips in up trending currency markets while selling rallies in down trending markets. The overall trend is determined by a 100 period MA. We consider the market bullish if price is trading above the 100 MA while bearish if price is trading below the 100MA. We look for buy signals ( ignore all sell signals) when price is considered bullish, we look for sell signals (ignore all buy signals) in a bearish market.

Recommended time frames:
1 hour and above

Trading rules to enter the market


Buy order


> Price above 100 simple moving average

> DI+ crosses DI- from below
> ADX at or above 25 value (indicates trending market)
> Enter long trade
> Set stop 3 pips below the most recent level of support
> Trade objective: 1:2 risk to reward (min obj. should be 50 pips)

Sell order


> Price below 100 simple moving average

> DI- crosses DI+ from below
> ADX at or above 25 value (indicates trending market)
> Enter short trade
> Set stop 3 pips above the most recent level of resistance
> Trade objective: 1:2 risk to reward (min obj. should be 50 pips)

Trading example: Let's have a look at the Pound/Dollar 1 hour chart below
Pound/Dollar 1 Hour chart Forex Strategy
  • Price is bullish - trading above the 100 simple moving average.
  • The black circles indicate the time to go long in the market @ 1.5475. (ADX>25, DI+ crosses DI-)
  • Stop loss is set 3 pips below the most recent level of support @ 1.5452
  • Total trading risk: 23 pips. (entry price - stop loss price)
  • Minimum trade objective: 50 pips

ADX-MACD Easy Forex Trending System

This forex trending system is based on two standard indicators, the Moving Average Convergence Divergence (MACD) and Average Directional Index (ADX). The strategy relies on a +Di -DI cross-over system confirmed by the MACD indicator for primary trend direction. The strategy can be used on any currency pair and time frames above the 30 minutes.

Used indicators settings:
MACD default settings (12,26,9), ADX (30)

GBP/USD Hourly Chart Short Trading Example


Trading Rules

Long trades:

  • MACD trading above 0
  • +DI crosses above -DI
  • Place stop loss 3 pips below the most recent support level
  • Enter long trade at the candle's close
  • Target level 1(T1) : Risk x 1.5
  • Target level 2(T2) : Risk x 3.0
  • Exit trade if MACD closes back below 0
Short trades:

  • MACD trading below 0
  • -DI crosses above +DI
  • Place stop loss 3 pips above the most recent resistance level
  • Enter short trade at the candle's close
  • Target level 1(T1) : Risk x 1.5
  • Target level 2(T2) : Risk x 3.0
  • Exit trade if MACD closes back above 0
Now let's explore the above short trade:

The example is a short GBP/USD Dollar trade on the 1 hour chart. In the above figure, MACD is trading below 0 (starting at 23 feb 2010). We wait until -DI trades above +DI for a short trade setup. Feb 24 2010, -DI crosses above +DI.

We enter a short trade at 1.5407. Our stop loss is placed 3 pips above the most recent resistance level at 1.5480. Total risk on this particular trade: 77 pips. Price objective T1: 77 pips x 1.5 = 115 pips. Price objective T2: 77 pips x 3.0 = 231. Both profit targets were hit.

Tip: Move stop loss on the remaining half position (T2) to break even once T1 target is reached, this creates a risk-free trade.

Simple Forex Strategy - Dolphin Trader

Dolphin Trader forex strategy buys dips in bullish markets while selling rallies in bearish markets. It’s a universal trading strategy that works on every time frame and currency pair. Let’s have a closer look how it works.
  • Buying dips in up trending markets.
  • Selling rallies in down trending markets.
Dolphin trader consists of two moving averages. A buy zone is created when the short term moving average crosses the long term moving average from below. On contrary, a sell zone is created when the short term moving average crosses the long term moving average from above. See picture below.
The buy zone will be used to trade long signals and the sell zone to trade sell signals.

BUY Signal: Buy zone + Laquerre crosses from below 0.15 back above 0.15
Sell Signal: Sell zone + Laquerre crosses from above 0.75 back below 0.75

BUY Signals: Place stop loss 1 pip below the most recent support level.
SELL Signals: Place stop loss 1 pip above the most recent resistance level.

Total trading risk x 1.5
Dolphin Forex Strategy Trading Example
In the above example, a sell zone was created by the two moving average system – the 5EMA has crossed the 200 SMA from above thus creating a sell zone.
In this case, we will be looking for sell trades only. As you can see, the Laquerre indicator crosses back from above 0.75 back below and we immediately sell the EUR/USD at 1.3127 (at the open of the new candlestick).
We place our stop loss above the most recent resistance level at 1.3191. Total risk (pips): 64
Calculating Target: 64 pips (risk) x 1.5 = 96 pips (TP @ 1.3031)

Strategi Trading Inside Day, simple namun akurat

tips trading futures galleriaHalo rekan trader!
Suatu strategi trading yang bagus tidak harus menggunakan indikator trading yang rumit. Bahkan karena banyaknya indikator yang kita gunakan terkadang malah membuat strategi trading kita menjadi tumpul.
Everything should be as simple as it is, but not simpler
~ Albert Einstein
Kali ini akan membahas suatu strategi trading yang sangat simpel dan tidak lebih hanya menggunakan pengamatan mata saja. Namun meskipun simple, strategi ini sangatlah populer di dalam dunia trading profesional karena cukup akurat dan mampu diandalkan oleh para trader.

Strategi Trading Inside Day

Inside day adalah suatu pergerakan candle dimana high dan low hari ini tidak lebih besar daripada high dan low pada hari kemarin. Strategi ini paling bagus diterapkan pada daily time frame, namun ada juga trader yang menggunakannya pada hourly time frame.
Strategi ini dapat diterapkan pada semua pair mata uang, namun lebih bagus apabila diterapkan pada pair mata uang yang mempunyai range trading harian kecil seperti EUR/GBP dan EUR/CHF. Semakin banyak candle inside day yang terjadi, maka semakin bagus pula strategi ini untuk digunakan.

strategi trading inside day

Berikut adalah tips trading untuk mengimplementasikan strategi inside day ini,

  • Temukan pair mata uang yang mempunyai kondisi candle inside day pada time frame harian (daily).
  • Lakukan entry posisi BUY 10 pips diatas harga high candle inside day pada hari sebelumnya.
  • Jangan lupa untuk memasang stop loss.
  • Lakukan take profit apabila kita sudah mendapatkan profit sebesar dua kali lipat dari nilai stop loss kita.

  • Temukan pair mata uang yang mempunyai kondisi candle inside day pada time frame harian (daily).
  • Lakukan entry posisi SELL 10 pips dibawah harga low candle inside day pada hari sebelumnya.
  • Jangan lupa untuk memasang stop loss.
  • Lakukan take profit apabila kita sudah mendapatkan profit sebesar dua kali lipat dari nilai stop loss kita.
  •  
Berdasarkan pengamatan dari kondisi candle inside day ini, jika posisi candle inside day terbentuk lebih berat keatas / posisi bullish, maka besar kemungkinan arah pergerakan nya cenderung menembus keatas. Begitu pula sebaliknya, apabila posisi candle inside day terbentuk lebih berat ke bawah / posisi bearish, maka besar kemungkinan akan bergerak ke bawah.

Saya yakin bagi rekan-rekan profesional trader mungkin sudah mempunyai pengalaman dalam menggunakan strategi ini. Namun bagi yang masih tergolong baru terjun di dunia trading, strategi trading ini dikenal cukup akurat dan dapat diandalkan untuk meraih profit.

Kupas Tuntas Teknik Scalping Forex

Melanjutkan pembahasan strategi scalping forex sebelumnya, ada seorang scalper trading bernama Paul Rotter. Beliau cukup terkenal sebagai “The Most Successful Scalper Trading”. Dari wawancara beliau bersama salah satu media, ada beberapa hal penting menyangkut teknik scalping yang digunakan oleh Paul Rotter.

Teknik Scalping Trading Menggunakan 2 Chart

Menggunakan chart pada time frame 30 menit untuk memperkirakan pergerakan trend dan menggunakan time frame 5 menit untuk melakukan open atau close posisi.

Teknik Scalping Menggunakan Indikator

Untuk menunjang teknik scalping, pada umumnya scalper trading menggunakan beberapa indikator teknikal seperti indikator fibonacci, trend line dan CCI.

Memanfaatkan Moment Pembukaan Market

Para scalper trading biasanya mengincar waktu untuk scalping menjelang dibukanya market Eropa ( sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB ) dan Amerika ( sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB ). Pada jam-jam tersebut volume trading yang terjadi di forex market cukuplah besar.

Intisari

Teknik Scalping bisa menjadi sesuatu strategi trading yang menyenangkan, namun juga bisa membuat stress dan kelelahan. Buatlah target profit harian yang harus anda capai, jangan terjebak untuk trading berlebihan.
Saat trading Anda mengalami loss saat menggunakan teknik scalping, janganlah sekali-sekali berpikiran untuk membalas dendam kerugian yang anda alami saat itu juga. Masih ada hari esok dimana anda bisa trading kembali menggunakan teknik scalping.
Secara perlahan mungkin anda akan menemukan apakah anda cocok sebagai seorang day trader ataupun swing trader sebagai akibat dari kepercayaan diri dan segala pengalaman yang anda dapatkan selama menggunakan teknik scalping.
Satu petuah bijak yang kami dapat dari Paul Rotter,
Q: Shouldn’t a trader stick to his opinion?
A:
No, definitely not. An analyst or some kind of guru has to stick to it, but a trader should have no opinion. The stronger your opinion, the harder it is to get out of a losing position
Semoga kita bisa lebih menyelami sisi psikologis yang sangat menentukan untuk membentuk mental menjadi seorang scalper trading.

Seorang master scalper Paul Rotter. Prestasi beliau sebagai scalper trading yaitu telah berhasil membukukan profit sebesar 65 – 78 juta dollar setiap tahun dalam 10 tahun karir tradingnya.

Benarkah strategi yang diterapkan oleh Paul Rotter?
Bagaimana dengan anda? Indikator apa yang anda gunakan dalam ber-scalping?

Forex Fibonacci Indicator Explained

As most of you know that the forex market basically moves in waves and there will be time where the market extends and there will also be time where the market retraces.
One of the best tools that you can use to time this retracement and extension is the forex Fibonacci levels.

It is a number sequences that is named after Leonardo of Pisa and the Fibonacci number sequences goes like this
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13 and so on. (Add the first 2 numbers to get the next)
However in trading, we are not interested in the sequences, we are actually interested in the Fibonacci ratio that the sequences create.
These are the ratio that we use as a forex trader.

Below are the retracement ratios
- 0.236
- 0.382
- 0.500
- 0.618
- 0.764

Below are the extension ratios
- 1.272
- 1.382
- 1.500
- 1.618

So How Can You Use These Ratios In Trading?
The Fibonacci ratio is in fact used as a level of support and resistance. These are areas where you will SELL or BUY depending on what you see and where you are.
Although there are quite a number of ratios given above, the important ones are the 0.382, 0.500, and 0.618 as they are usually area of strong support when the price retraces down and area of strong resistance when the price retraces up.

Here Is How You Should Plot Your Fibonacci Levels In An Uptrend
Step 1: Using the tool provided by your platform, Pick a high point and a low point
Step 2: Select the levels that you want to display. (We will select 0.382, 0.500, 0.618, 1.272, 1.382, 1.500 and 1.618)
If you are in a downtrend, all you have to do is to switch the step 1 points.
In the case where you are in an uptrend, you will find that the retracement of your price will usually land on the 0.382, 0.500 or the 0.618 level as these are area of strong support and the price will then extend up to continue in its uptrend movement.
If you ever find the price moving below the 0.382 level, there is a high chance that the trend is reversing.
In the case where you are in a downtrend, the market will retrace upward and it will also find its resistance at 0.382, 0.500 and the 0.618 levels. Similar to the uptrend, if the market retraces above the 0.382 level, there is a high chance that the market is reversing.
In my next blog post, I will show you how to trade using Fibonacci Strategy and how you can make use of the 1.272, 1.382 and the 1.618 levels. In the meantime, you should try to plot the Fibonacci levels on your chart to see the power of it.

My Forex Scalping System Revealed

Forex scalping has become more and more popular among new traders. This is because forex scalping tactics allows the trader to see fast profit sometime within less than 20 minutes of trading and this is what entices some traders.
Although scalping the forex market can see quick profit, it can also amount to quick loss if you do not execute it with proper analysis. Due to the scalping nature of your trade as a scalper, you can enter several trades within 1 hour and it can amount to a sizeable loss if you have consecutive loss trades.

1) Mark out the important support and resistance levels, typical support and resistance levels are
  • Fibonacci 0.618, 0.5. 0.328
  • Pivot Point S3, S2, S1, PP, R1, R2, R3
  • Previous high will be your current resistance and previous low will be your current support.
2) Use oscillating indicators like stochastic or RSI or even MACD can help you to time your entry more accurately.
  • If you are looking to SELL, you should try your best to wait for the oscillating indicator to go overbought and start to curve down.
  • If you are looking for BUY, you should try your best to wait for the oscillating indicator to go oversold and start to curve up.
Besides timing your entry, these oscillating indicators can also help you to time your exit.
  • If you go SHORT, you should be looking to exit your trade when the oscillating indicator reaches the oversold zone.
  • If you go LONG, you should be looking to exit your trade when the oscillating indicator reaches the overbought zone.
3) Confluence of Events – In trading, we should also wait for confluence of events to happen before we enter or exit a trade. Confluence of events refers to the situation where two or more conditions to enter a trade or exit a trade happen together. This can gives you more confident and assurance in the trade.
  • The best long entry point is when the price hits the support level with the oscillating indicator reaching the oversold zone and start to curve up.
  • The best short entry point is when the price hits the resistance level with the oscillating indicator reaching the overbought zone and start to curve down.
Above are the forex scalping system I have been using. Although some of you may be thinking that it is a simple strategy and may even wonder if it can make you money, you need to know that the most profitable strategy are those that are easy and simple to execute.
I do not encourage you to start trading this strategy immediately and I actually hope that you have the habit to try out new strategy on DEMO account and master the way to execute it before trading LIVE with it.

Using Forex Candlestick Pattern To Tell The Trend

As for the forex candlestick pattern, I will use them to tell reversal. Below are some reversal candlestick patterns:

As for the continuation pattern, it must comes with a strong movement and then the formation of the below patterns.



The candlestick patterns serve as a pre-warning to traders telling us something is coming and therefore we have to prepare ourselves for it.
For those of you who are not using forex candlestick patterns in your trading, it is time for you to consider putting them into your trading plan.

Forex Japanese Candlestick Patterns

Candlestick charts originated in Japan during the 18th century. Since no defined currency standard existed in Japan during this time rice represented a medium of exchange. Various feudal lords deposited rice in warehouses in Osaka and would then sell or trade the coupon receipts, thus rice become the first futures market. In the 1700s legendary Japanese rice trader Homma Munehisa studied all aspects of rice trading from the fundamentals to market psychology.
Homma subsequently dominated the Japanese rice markets and built a huge fortune. His trading techniques and principles eventually evolved into the candlestick methodology which was then used by Japanese technical analysts when the Japanese stock market began in the 1870s. The method was picked up by famed market technician Charles Dow around 1900 and remains arguably the most popular form of technical analysis chart in use by today’s traders of financial instruments.
Candlestick charts show the same information as bar charts but in a graphical format that provides a more detailed and accurate representation of price action.
Candlestick charts visually display the supply and demand situation by showing who is winning the battle between the bulls and the bears.
Candlestick charts reveal another dimension of the given period’s price action by pictorially displaying the force (or lack of force) behind each price bar’s movement.
Candlestick formations make all single bar and multi-bar patterns significantly easier to spot in real time, thus increasing your chances of catching high probability trade setups. In addition, because candlestick charts use the same data as bar charts (open, high, low, and close), all Western technical signals used on a bar chart can easily be applied to a candlestick chart.
Candlestick charts offer everything bar charts do and more, using them is a win-win situation because you can use all the trading signals normally used on bar charts with the added clarity and additional signals generated by candlesticks.
Candlesticks charts are more fun to look at.
Candlesticks have a central portion that displays the price distance between the open and the close. This area is known as the real body or simply the body.
The price distance between the open and the high for the period being analyzed is called the upper shadow, sometimes referred to as an “upper wick” as well. The highest price paid for a particular period is the marked by the high of the upper shadow.
The price distance between the close and the low for the period being analyzed is called the lower shadow, sometimes referred to as a “lower wick”.
The real body displays the opening and closing price of the security being traded. Closing prices have added significance because they determine the conviction of the bulls or bears. If the security closed higher than it opened, the real body is white or unfilled, with the opening price at the bottom of the real body and the closing price at the top. If the security closed lower than it opened, the real body is black, with the opening price at the top and the closing price at the bottom. Depending on the price action for the period being analyzed a candlestick might not have a body or a wick.
To better highlight or visualize price movements, modern candlestick charts (especially those displayed digitally) often replace the black or white of the candlestick real body with colors such as red (for a lower closing) and blue or green (for a higher closing).
592px-candle_definition_ensvg
There are multiple forms of candlestick patterns; here is a brief overview of the most popular and widely used single and multi-bar patterns commonly used today.
Signals uptrend movement, they occur in different lengths; the longer the body, the more significant the price increase
bullcandle
Signals downtrend movement, they occur in different lengths; the longer the body, the more significant the price decrease.
bearcandle1
These candles provide a bullish signal, the lower shadow must be at least the size of the real body; the longer the lower shadow the more reliable the signal.
lowerwick1
These candles provide a bearish signal, the upper shadow must be at least the size of the real body; the longer the upper shadow the more reliable the signal.
upperwick
The hammer is a bullish signal that occurs during a downtrend. The lower shadow should be at least twice the length of the real-body. Hammers have little or no upper shadow. When a hammer occurs during an uptrend it is known as a “hanging man” and is a bearish signal. Because of the bullish long lower shadow however, this pattern needs bearish confirmation by a close under the hanging man’s real body.
hammer
This candle has a long upper shadow with little, or no lower shadow, and a small real body near the lows of the session that develops during or after and uptrend.
shootstar
The Harami is a two-candlestick pattern in which a small real body forms within the prior session’s larger real body.
harami
The Doji is a candlestick in which the session’s open and close are the same, or almost the same. There are a few different varieties of Dojis, depending on where the opening and closing are in relation to the bar’s range.
doji
The Dragonfly Doji has a long lower shadow, the open, high, and close are at or very near the session’s high. This pattern often signals reversal of downtrend.
dragonflydoji
The Gravestone Doji has a long upper shadow, the open, low, and close are at or very near the session’s low. This pattern often signals reversal of an uptrend.
gravestone
This candle has a very long upper or lower shadow and a small real body. If the opening and closing price are the same the candle has no real body and is then called a Long-Legged Doji. The first picture is a high wave candle the second is a Long-Legged Doji.
longleg
The bullish engulfing pattern consists of large white real body that engulfs a small black real body in a downtrend. The bearish engulfing pattern occurs when the bears overwhelm the bulls and is reflected by a long black real body engulfing a small white real body in an uptrend.
engulf
Spinning tops are simply candles with small real bodies.
spintop
My favorite price action setups consist of the pin bar, the inside bar, and my proprietary fakey setup. The above candlestick patterns can easily be condensed down to one of my three price action setups or may be applicable to more than one of my price action setups. It can be difficult to keep track of the various forms of candlestick patterns. This is why I feel like my three main price action setups do a great comprehensive job of including all the relative candlestick patterns and make them easier to understand in the context of daily price action. Let’s take a look at some charts with examples of some of the various candlestick patterns converted into my price action setups.
The pin bar can include the following previously described candlestick patterns; long lower shadow candles and long upper shadow candles, hammers and shooting stars, dragonfly and gravestone dojis.
pinbar
hammerpin
shootingstarpin
Inside bars can technically encompass any candlestick pattern because they are simply a series of at least two candlesticks where the first candlestick completely engulfs the entire range of the subsequent candlestick, however, more often than not inside bars end up being spinning tops or dojis. Note, the inside bar is different from the “engulfing pattern” because it includes the entire range of the bar, from high to low, where as the engulfing pattern only includes engulfment of the real body of the candle. I generally trade inside bars in the context of a strongly trending market as they are often great entry points into trends. However, often times inside bars will occur at major market turning points as well as the previous trend loses momentum, pauses and forms an inside bar, and then changes direction.

ib

My fakey setup is essentially a multi-bar pattern that consists of a false break from an inside bar pattern or a key level. The fakey can consist of a number of different candlestick patterns. Often times the fakey setup will consist of a bullish or bearish engulfing pattern which is completely engulfing the range of a spinning top or doji candle which gives rise to a false break bar that can take the form of any of the candlesticks above that qualify as pin bars.

fakey

Candlestick charts offer a more vivid depiction of price action than what a standard bar chart can provide. Candlestick patterns in and of themselves are useful, however there are many different names and interpretations of candlestick patterns which often can induce confusion and can be hard to keep track of. You will find that my price action educational material condenses all of the important candlestick patterns into 3 simple yet highly effective price action setups. I feel that my take on candlestick patterns expressed via my proprietary ideas on price action trading is a much more efficient, simple, and profitable way to trade candlesticks and I think after studying my forex trading course you will feel the same way.
Good trading,

Pola CandleStick

Candlestick adalah jenis chart yang paling sering digunakan. Dengan candlestick chart kita dapat dengan mudah membaca kondisi pasar.
 

Dengan melihat pola dan tipe candlestick kita dapat melihat tanda-tanda awal pembalikan arah atau reversal.

Di antara sekian banyak pola & tipe candlestick, salah satunya yang penting  adalah :
• Morubozu
• Spinning Tops
• Doji
• Hammer dan Hanging Man atau Shooting Star dan Evening Star
Marubozu adalah bar full body tanpa shadow. Biasanya
merupakan indikasi awal suatu trend akan berkelanjutan
.
Spinning tops yaitu bila body lebih pendek daripada shadow
dan berada di tengah-tengah.
Body yang pendek menunjukkan sedikit terjadi pergerakan
harga dari open hingga close, shadow menunjukkan selama
sesi harga aktif bergerak naik dan turun.
Spinning tops setelah bar panjang biasanya berpotensi akan
terjadi perubahan arah trend.
 

Doji terjadi apabila harga open sama dengan harga close sehingga body hanya membentuk suatu garis.


Sebuah tanda Doji setelah Bar Putih (bullish bar = naik) berindikasi trend naik akan segera berakhir, tetapi indikasi ini harus dikonfirmasi dahulu dengan munculnya bar hitam (bearish bar = turun) begitu pula sebaliknya.


Hammer dan Hanging Man dapat juga dijadikan indikasi pembalikan arah trend seperti terlihat pada gambar di bawah, indikasi ini harus dikonfirmasi juga dengan bar yang terjadi setelahnya.
Syarat Hammer dan Hanging Man adalah Shadow harus lebih panjang dibandingkan body.


Indikasi yang ditunjukkan oleh candlestick dapat dijadikan sebagai indikasi awal pergerakan harga tetapi tidak bisa dijadikan sebagai acuan trend karena hanya mengindikasikan pergerakan untuk beberapa candle kedepan.

The Candlestick

Untuk memulai sebuah analisa, kita harus mampu membaca grafik terlebih dahulu. Grafik yang biasa dipakai adalah sebuah grafik sederhana antara harga vs waktu. Sumbu “X” sebagai waktu dan sumbu “Y” sebagai harga.
Perhatikan gambar dibawah ini. Ini disebut "Candlestick Chart” karena bentuknya yang seperti lilin. Untuk grafik, saya mengambilnya pada www.netdania.com, penyedia realtime chart untuk forex. Anda dapat mengaksesnya dengan cuma-cuma.
Grafik ini dibuat pada abad ke 17 oleh orang-orang Jepang yang awalnya digunakan untuk memantau pergerakan harga pada produk-produk komoditi. Steven Nison dikenal sebagai orang pertama yang mempopulerkan chart model ini. Sifatnya yang sangat representatif karena terdiri dari High, Low, Open dan Closing Price membuat grafik ini paling populer dipakai oleh para analis forex. Jika Anda terbiasa dengan produk-produk sekuritas, grafik ini tidak pernah digunakan untuk memantau harga. Kenapa? Sederhana, harga sekuritas hanya memerlukan closing price saja tidak seperti pada forex trading.
Mari saya bantu Anda memahaminya (dulu saya harus belajar memahami grafik ini sendirian tanpa ada seorang pun mau mengajari saya…). Sebenarnya ada lagi jenis grafik lainnya seperti bar chart, dot chart, line chart, dan lainnya. Tapi yang paling representatif ya ini.. si candlestick ini.
Gambar diatas adalah grafik untuk nilai tukar GBP/USD. Jika Anda melihat garis biru putus-putus dibagian atas itu adalah harga terakhir dari nilai GBP/USD yaitu sebesar 1,8238. Artinya satu GBP harganya USD 1,8238 (ingat cara membaca quote yang pernah saya terangkan di modul sebelumnya!). Lihat juga tulisan kecil di bagian kiri atas yang tertulis “1 hour”. Itu artinya satu candle (satu batang, gitu lho maksudnya….) mewakili pergerakan harga untuk satu jam.
Interpretasi candlestick didasarkan “pattern” yang ada. Candle yang berwarna hijau artinya harga bergerak naik atau closing price lebih tinggi nilainya dibanding opening price. Sebaliknya, candle berwarna merah artinya harga bergerak turun atau clsoing price lebih rendah nilainya dibanding opening price. Lalu apa garis vertikal diatas dan dibawah dari candle itu? Itu adalah highest price dan lowest price selama periode yang diberikan. Dalam contoh diatas adalah harga terendah dan tertinggi untuk setiap jamnya karena periode yang digunakan adalah per-jam.
Jika memakai istilah Bullish dan Bearish maka yang berwarna hijau adalah Bullish pattern dan yang berwarna merah adalah Bearish pattern. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini:
Jangan heran bila Anda menemui warna yang berbeda untuk kedua harga diatas misalnya biru dengan merah. Tidak masalah, bergantung masing-masing chart provider dalam memberikan warna.
Nah, sekarang perhatikan gambar dibawah ini:

Ini adalah candlestick untuk EUR/USD dengan periode daily/harian. Begini cara membacanya: Pada tanggal 20 terjadi penurunan harga dibandingkan hari pembukaannya yaitu dari 1.2210 ke 1.2131 (candle merah persis diatas tulisan oranye yang saya buat). Itu berarti ada perubahan harga sebesar 79 point pada tanggal 20 tersebut. Pada hari berikutnya yaitu tanggal 21 terjadi kenaikan harga yaitu dari 1.2131 menuju ke 1.2186 (candle berwarna hijau tepat dibawah tulisan ungu yang saya buat). Nah begitu seterusnya.
O ya, sekarang muncul pertanyaan, apakah opening price itu harus sama nilainya dengan closing price pada hari sebelumnya? Tidak! Tidak harus, dan kenyataannya sering terjadi bahwa opening price berbeda dengan closing price pada hari sebelumnya. Ini seringkali terjadi bila melewati hari libur (Sabtu dan Minggu) ada jika ada kejadian khusus. Ketidak samaan ini biasa disebut “gap". Gap ini ada gunanya dalam memprediksi harga dan ada jenisnya pula. Nanti saya jelaskan kegunaan gap. Tapi untuk sementara pengertian kita sampai disini saja dulu.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah:
Nah sampai disini dulu perkenalan dengan si candlestick. Pada bagian setelah ini akan saya terangkan formasi-formasi apa saja yang ada pada candlestick.

The Candlestick Formations

Nah pada bagian ini akan saya terangkan mengenai formasi yang terjadi pada candlestick. Secara garis besar formasi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Bullish candlestick formations, Neutral candlestick formations, dan Bearish candlestick formations.


The Bullish Candlestick Formations

Ini semua adalah Bullish pattern. Beberapa diantaranya menandakan strong bullish pattern. Sedikit panduan sederhana, apabila ditemukan formasi-formasi berikut maka kemungkinan yang terjadi adalah sebuah trend bullish akan segera terjadi.

Hammer – Anda pasti dapat menduga mengapa disebut hammer. Hammer terjadi setelah trend menurun yang kuat. Jika terjadi setelah trend menguat yang tajam maka disebut hanging man. Bentuknya seperti bullish pattern dengan lowest price yang dalam serta tidak memiliki highest price.
Piercing Line – Candle pertama adalah bear candle yang panjang diikuti bull candle yang juga panjang. Bull candle muncul dibawah bear candle tetapi tidak sampai separuh dari bear candle.
Bullish Engulfing Lines – Merupakan bullish pattern yang kuat dan terjadi setelah downtrend yang cukup besar (dan biasanya merupakan trend balik / reverse). Terjadi ketika bearish kecil disusul bullish yang besar.
Morning Star – Pattern seperti ini menandakan harga telah mencapai titik bawah (support) yang potensial. Munculnya star (candle yang ditengah) mengindikasikan akan terjadi trend balik bila diikuti bullish pada candle berikutnya. Star dapat berupa bull candle atau bear candle.
  Bullish Doji Star – Star seperti ini menunjukan trend balik yang sifatnya masih tidak pasti. Jika tidak ada indikator pendukung lainnya yang memastikan trend akan berlangsung, disarankan untuk wait and see terlebih dahulu.
Long Bearish Candle – Bearish candle terjadi ketika harga dibuka dekat pada highest price dan ditutup dekat pada lowest price.
Hanging Man – Terjadi setelah uptrend yang signifikan. Terdiri dari dua candle dengan lowest price yang jauh kebawah tanpa highest price. Pattern seperti ini adalah kebalikan dari hamer pada bullish candlestick formation.
Dark Cloud Cover – Merupakan bearish pattern . Akan lebih kuat pengaruhnya apabila candle kedua muncul dibawah dari bullish candle pertama.
Bearish Engulfing Lines – Merupakan bearish pattern yang cukup kuat apabila terjadi setelah uptrend dan merupakan reverse pattern. Terjadi setelah bullish candle kecil diikuti bearish candle yang besar.
Evening Star – Menunjukan bahwa harga sudah mencapai titik resistance point-nya. Star (candle yang ditengah) menunjukkan kemungkinan terjadi trend balik berupa bearish. Star dapat berupa bear candle atau pun bull candle.
Doji Star – Seperti pada bullish doji star, demikian doji star seperti ini menunjukan bearish trend dengan periode yang tidak pasti. Diperlukan penguat seperti evening star untuk memastikannya.
Shooting Star – Merupakan trend balik minor. Star harus memiliki highest price yang cukup panjang untuk dapat dikatakan shooting star.

Neutral Candlestick Formations

Formasi candlestick netral tidak menunjukkan uptrend maupun downtrend. Untuk keadaan seperti ini disarankan wait and see.

Spinning Tops – Benar-benar simetris dan jarak antar open dan close tidak terlalu besar. Tidak ada kepastian apa yang akan terjadi setelahnya.
Doji – Seperti Doji pada formasi bullish atau pun bearish. Posisi seperti ini menandakan ketidak pastian trend yang akan terjadi serta periodenya.
Double Doji – Nah untuk model double doji seperti ini kemungkinan yang akan terjadi adalah “breakout” untuk ketidak pastian yang terjadi. Namun demikian model breakout yang akan terjadi tetap tidak dapat dipastikan dari hanya formasi ini. Harus ada pendukung lainnya.
Harami – Model seperti ini mengindikasikan berkurangnya momentum trend yang akan segera diikuti berakhirnya trend. Terdiri dari candle dengan ukuran yang lebih kecil berada ditengah-tengah candle yang lebih besar sebelumnya. Pada contoh disamping menandakan berakhirnya bullish trend karena bullish disusul oleh bearish candle yang lebih kecil.

Reversal Candlestick Formations

Nah, formasi ini khusus untuk trend balik / reversal.

Long-legged Doji –Sering menunujukkan titik balik. Terjadi ketika open dan closing price adalah sama dengan highest dan lowest price relatif besar.
Dragonfly Doji – Juga merupakan titik balik. Hanya saja disini menunjukkan bahwa lowest price-nya jauh lebih besar dibanding highest price.
Gravestone Doji – Open dan close serta lowest price adalah sama. Sementara highest price jauh meninggi.
Stars – Nah ini adalah bintang reverse. Posisinya berada diatas dari candle sebelumnya yang berjenis sama. Seperti pada formasi lainnya, kondisi seperti ini menunjukkan reversal trend mungkin terjadi.


Setelah saya bentangkan begitu banyak formasi, pastilah timbul pertanyaan dalam diri Anda: Ada begini banyak formasi, bagaimana dapat saya gunakan secara efektif untuk digunakan dalam ber-trading?
Jawabannya sederhana (meski tidak semudah menuliskannya disini). Sering-seringlah digunakan dan melihat referensi!! Itu saja, maka Anda akan terbiasa. Saya sendiri sejujurnya (jujur nih…) tidak hafal semua formasi yang ada. Hanya beberapa yang saya anggap penting saja. Dan yang perlu diingat, konfirmasi hanya dengan membaca formasi seringkali menimbulkan false signal. Perlu dukungan yang lebih kuat dengan keberadaan indikator lainnya. Hal lainnya lagi, indikasi yang diberikan dalam candlestick formation biasanya hanyalah memberikan indikasi trend dalam jangka waktu yang sangat pendek (tidak lebih dari 7 candle). Sulit menentukan trend dalam jangka waktu panjang dengan candlestick.
Ok, sampai disini pelajaran mengenai Candlestick. Dilain bagian akan saya terangkan yang lebih jauh mengenai penggunaan indikator dalam analisa teknikal.